Generasi Millennial Harus Bisa Manfatkan Bonus Demografi

Foto Bersama Pimpinan Universitas Bengkulu, Prof. drh. M. Rizal Martua Damanik MRepSc, PhD (Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI), Pimpinan Fakultas ISIP, Ketua UPT Perpustakaan UNIB dan Pimpinan BKKBN Provinsi Bengkulu.

 

FISIP – Prof. drh. M. Rizal Martua Damanik MRepSc, PhD bersama BKKBN memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FISIP di Universitas Bengkulu, Selasa (24/09). Pembahasan materi yang sampaikan yaitu “Memanfaatkan Bonus Demografi Pada Era Revolusi Industri 4.0 Dan Generasi Millenial Menuju Generasi Emas 2045”.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Bengkulu ini diikuti oleh mahasiswa FISIP dari berbagai prodi dan bekerja sama dengan BKKBN yang ikut bergabung dalam acara yang dimulai dari pukul 08.30 WIB. Dalam kesempatan memberikan materi kepada mahasiswa, Prof. Rizal menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, Mahasiswa harus siap untuk memasuki era Industri 4.0. Kedua, pencegahan keadaan stunting. Ketiga, membahas mengenai peningkatan dan upaya pencegahan pernikahan dini.

Menurut Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI tersebut, Mahasiswa Universitas Bengkulu harus mempersiapkan diri menuju generasi emas di tahun 2045 nanti karena Universitas Bengkulu seharusnya di banggakan sebab banyak pelajar dari daerah lain yang ingin belajar di Universitas Bengkulu. “Kalian ini mahasiswa Universitas Bengkulu boleh bangga dengan diri sendiri karena diluar sana banyak pelajar yang ingin belajar di Universitas Bengkulu. Maka dari itu siapkan lah diri kalian agar mampu bersaing di era Industri 4.0 ini,” ujar Prof. Rizal kepada peserta didalam ruangan yang mayoritasnya adalah mahasiswa FISIP.

Dalam pembahasannya, Prof. Rizal membahas tentang Indonesia yang akan menjadi negara dengan penduduk usia produktif terbesar di Asia Tenggara dengan prediksi penduduk usia produktif 174-180 juta pada 2020-2024, paling banyak di wilayah Asia Tenggara. Pembangunan manusia berdasarkan pendekatan siklus hidup secara menyeluruh untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia berdaya saing dan penduduk lanjut usia (Aged Population) yang sehat dan produktif. Namun, meningkatnya jumlah usia produktif yang disinggung sebagai Bonus Demografi ini tidak begitu saja dapat dinikmati. Karena perlu adanya fokus untuk mempersiapkan beberapa hal diantaranya Kesehatan prima sebelum memasuki usia produktif, tenaga kerja yang adaptif dan kompetitif, menabung dan berinvestasi, serta Lansia yang produktif. “Bonus Demografi hanya perhitungan nominal dan perlu ada tindak lanjut untuk memperolehnya. Kuncinya dengan meningkatkan produktivitas pekerja melalui peningkatan modal manusia dan memberikan kesempatan kerja. Hasilnya produktivitas tinggi meningkatkan upah kerja, upah pekerja meningkatkan konsumsi dan investasi, konsumsi dan dan investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Prof Rizal.

Strategi memetik bonus Demografi ini juga dijelaskan oleh Prof. Rizal yang terbagi dalam dua strategi yakni umum dan memperpanjang. Strategi umum diantaranya adalah mengatasi penduduk usia muda NEET (Not in Education, Employment or Training), meningkatkan partisipasi kerja wanita, menciptakan lapangan kerja berkualitas, mengembangkan Sumber Daya Manusia dan Literasi sistem keuangan dan investasi. Adapun untuk strategi memperpanjang ialah dengan pertumbuhan penduduk yang seimbang dengan tingkat kesehatan yang prima, peningkatan produktivitas penduduk usia produktif dan lansia dengan meningkatkan kewirausahaan, mobilisasi penduduk yang menunjang pemerataan antar wilayah, memperluas adaptasi dan penguasaan teknologi serta cakupan jaminan sosial yang menyeluruh dan komprehensif.

Di akhir materi, 5 mahasiswa yang dipilih secara acak diberi kesempatan untuk bertanya kepada Prof. Rizal. Pertanyaan dari setiap mahasiswa dijawab secara bersamaan karena saling berkaitan dengan pertanyaan mahasiswa lainnya terkait materi yang sudag disampaikan. Pada akhir acara 5 orang mahasiswa diberikan kenang-kenangan oleh Prof. Rizal dan dilanjutkan dengan foto bersama. (AN-NV)

author