Silahturahim Jadi Salah Satu Tips Jitu Jurnalis Era 4.0

Peluang dan Tantangan Profesi Jurnalis di Era Revolusi industri 4.0 diselenggarakan oleh program studi D3 Jurnalistik (12/9) – Dihadiri Dekan FISIP UNIB Dr. Achmad Aminudin, M.Si dan Ketua Prodi D3 Jurnalistik Dr. Alfarabi, MA

 

FISIP – Era revolusi Industri 4.0 memang sangat berpengaruh terhadap hampir segala urusan termasuk profesi jurnalis. Dengan mengusung tema Peluang dan Tantangan Profesi Jurnalis di Era Revolusi industri 4.0 program studi D3 Jurnalistik menyelenggarakan sharing komunikasi dan motivasi bersama Dr. Aqua Dwiapayana, seorang mantan wartawan Indonesia yang sekarang berprofesi sebagai konsultan komunikasi dan motivator “Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Segalanya berbasis teknologi” ujar Aqua diawal pemberian materinya.

Aqua juga banyak menyinggung tentang bagaimana di era 4.0 ini seharusnya jurnalis menjadikan silahturahim sebagai kekuatannya karena berdampak pada kebutuhan profesi. Semakin banyak relasi dari hasil silahturahim akan semakin mempermudah urusan jurnalis dalam mencari ataupun mengklarifikasi suatu berita. Adapun terkait tantangan era revolusi Industri 4.0 bagi jurnalis adalah persaingan yang tidak hanya sesama atau dengan orang yang berasal dari berbagai latar pendidikan tapi juga bersaing dengan teknologi yang semakin canggih. Meski begitu, Aqua memberikan motivasi dan keyakinan pada peserta bahwa sehebat apapun kemajuan teknologi tetap saja profesi jurnalis tetap membutuhkan peran manusia secara langsung. “Di masa mendatang, bahkan mungkin akan ada teknologi yang membuat aroma bisa tercium lewat komunikasi seluler. Tetapi tetap saja meski begitu manusia akan tetap dibutuhkan karena hati nuraninya. Sebab robot pasti tidak memiliki itu,” ujar Aqua.

Hal mutlak menjadi jurnalis adalah menjalin komunikasi yakni menciptakan komunikasi Reach menuju jurnalis sukses di era industri 4.0 diantaranya dengam cara Respect (Perhatian), Emphaty (Menampatkan diri), Audible (Menyesuaikan), dan Humble (Rendah hati). Selain itu Aqua juga mengingatkan untuk membangun konsep 3K (Komitmen, Konsisten, dan Kredibilitas) menuju jurnalis revolusi industri 4.0  “Hal mutlak menjadi jurnalis adalah wajib membaca dan menjalin komunikasi. Jurnalis juga harus cerdas dan sering berlatih dalan berkomunikasi agar semakin kompeten dibidangnya,” kata Aqua.

Di acara ini, selain berkali-kali menyebut perihal silahturahim sebagai tips jitu menjadi jurnalis di era 4.0 menurut Aqua, silahturahim dapat mewujudkan kebersamaan. Kekuatan silahturahim dapat meningkatkan hidup terbaik. Dan kemampuan berbagi menuju kesuksesan, silahturahim dapat memperpanjang usia dan membuka pintu rejeki yang luas, membuat bertambah tingginya rasa kepedulian terhadap sesama, dan dapat memperkuat komunikasi dalam pergaulan menuju kesuksesan dan segala hal itu adalah hal yang penting agar dapat pula memupuk hati nurani jurnalis yang tidak bisa digantikan oleh robot. Aqua juga membagikan beberapa buku ke peserta yang bertanya. Diantaranya adalah buku Produktif Sampai Mati karya Erwan Widyarto yang berisi tentang pandangan Aqua yang dinilai oleh penulis sangat inspiratif untuk memotivasi siapapun tengah menyongsong atau memasuki masa pensiun. Serta buku edukatif dan inspiratif lainnya termasuk buku “The Power Of Silahturahim” karya pribadi Aqua.

“Adik-adik sudah berada di jurusan yang pas. Jurusan ini sangat perfect. Adik-adik perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar saat memasuki dunia kerja sudah siap dan bisa menjadi tenaga profesional,” ucap Aqua di closing statementnya. (NL)

author