HIMA Jurnalistik Adakan Seminar Bertema Lingkungan

 

FISIPPAPER – Himpunan Mahasiswa S1 Jurnalistik mengadakan Seminar bertema “Membangun Milenial dalam Jurnalisme Lingkungan” Selasa (30/4). Seminar bertema lingkungan tersebut adalah serangkaian acara lanjutan yang diadakan oleh HIMAS1STIK dalam rangka menyambut Diesnatalis jurusan S1 Jurnalistik yang berdiri sejak tahun 2014 ini. Seminar diisi oleh tiga pembicara yaitu Firmansyah jurnalis Kompas yang membahas tentang “Peran Milenial dalam Jurnalisme Lingkungan Hidup”, Dwi Aji Budiman S.Sos, M.A Dosen Komunikasi Universitas Bengkulu yang membahas tentang “Digitalisasi Mahasiswa dan Lingkungan” dan Dede Frastien, SH dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) yang membahas tentang “Potret Pengelolaan SDA Provinsi Bengkulu”

Acara yang juga bertepatan dengan musibah banjir cukup parah melanda Bengkulu ini juga banyak mencuri perhatian mahasiswa. Selain Tema yang membahas tentang lingkungan, disini juga membahas tentang peran milenial dalam menghadapi lingkungan dalam profesi mereka sebagai  mahasiswa yang peduli lingkungan, Jurnalis Lingkungan atau peran mereka yang sepatutnya memang harus aktif dengan isu-isu Lingkungan. Firmansyah yang menjadi pembicara pertama menjelaskan bahwa tugas yang penting dilakukan millenial yakni menajamkan otak (wawasan) dan kepedulian (hati) terutama terkait isu lingkungan hidup, membekali diri dengan ilmu pengetahuan, dan membuka diri untuk terus belajar termasuk dalam Isu Jurnalisme Lingkungan Hidup. “Milenial sepatutnya bisa mengasah kepekaan ini sebagai bentuk penjagaan mereka terhadap lingkungan agar dapat menempatkan diri mereka sebagai bagian dari penjaga dan pengawas lingkungan. Milenial yang memiliki kelebihan dalam memahami teknologi atau internet dipadu dengan jurnalisme multiplatform (audio, visual, text) dan karikatur seharusnya dapat memanfaatkan kelebihan mereka tersebut dalam mengontrol dan menjaga lingkungan mereka dari dampak ulah manusia yang dapat merusak tatanan lingkungan,” ujar Firmansyah.

Dalam hal penjagaan lingkungan, Dwi Aji Budiman yang menjadi pembicara kedua menyinggung tentang bagaimana Generasi Z yakni orang yang lahir sekitar tahun 1995-2010 agar memiliki pemahaman tentang peran mereka di era digital ini sebagai mahasiswa dan kepekaan mereka terhadap Lingkungan. Aji mengatakan bahwa kecenderungan global membuat masyarakat terutama generasi Z ini dalam 3 kecenderungan yakni revolusi digital yang membuat hidup menjadi mudah dan nyaman, sekaligus berpotensi masalah, perubahan Peradaban yang mengubah tatanan dan sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, dan kemasyarakatan, serta fenomena abad kreatif dimana menempatkan kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis “Yang mesti dilakukan terutama oleh mahasiswa adalah Pertama, peran inkubasi, mahasiswa dapat menjadikan Jurnalisme sebagai kawah candradimuka  untuk pengembangan diri, terutama dibidang kepenulisan. Kedua, peran literasi. Peran ini mempunyai tujuan menjadikan jurnalisme sebagai sarana mengedukasi mahasiswa dan public. Dan ketiga, Jurnalisme adalah bagian dari dakwah,” ujar Aji.

Sementara itu, sebagai pembicara ketiga,  Dede Frastien menjelaskan bahwa WALHI lebih berfokus pada penjelasan terkait bagaimana situasi yang terjadi dalam tatanan lingkungan Provinsi Bengkulu khususnya dari adanya perusahaan tambang. Hal ini memberikan kesadaran bagi mahasiswa untuk bisa peka terhadap keadaan lingkungan. Kerusakan di Daerah Aliran Sungai  (DAS) memberikan dampak yang sangat buruk “Pemberian izin usaha yang tidak sesuai dengan asas dan Tujuan Konservasi  menimbulkan dampak yang berkepanjangan, akibat aktifitas pertambangan di dalam kawasan hutan lindung  dengan dalil izin pinjam pakai kawasan hutan berimplikasi  terhadap daerah hilir dan juga pengrusakan Daerah aliran sungai di Bengkulu,” ujar Dede. Ditambahkannya, akibat situasi tersebut terdapat beberapa dampak lain diantaranya bencana ekologis yaitu banjir, longsor dan terganggunya wilayah jelajah satwa yang dilindungi.

Dari pemaparan ketiga narasumber tersebut sepatutnya kaum milenial khususnya Mahasiswa  sadar dan bisa berperan dalam penjagaan kelestarian lingkungan atau bahkan terjun langsung menjadi jurnalis lingkungan. Dengan diadakannya seminar tersebut diharapkan kemampuan milenial dalam menggunakan teknologi dapat terasah dan semakin dimanfaatkan, serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar. NL

 

author