Termotivasi Go Global, Vellia Paranta Lolos ke UMK

Vellia Paranta, Mahasiswi S1 Ilmu Komunikasi FISIP UNIB

 FISIP PAPER – Menjadi salah satu peserta Student Mobility tentu bukanlah hal yang dengan cuma-cuma diperoleh oleh dara pribumi Bengkulu Vellia Paranta, Mahasiswi semester 7 jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Usahanya untuk mengikuti seleksi “International Student Mobility” yang merupakan program tahunan UPT Kerjasama dan Layanan Internasional (UPT-KSLI) yang memberikan pengalaman Internasional kepada mahasiswa Universitas Bengkulu untuk mengunjungi dan belajar di Perguruan Tinggi luar negeri yang menjadi mitra UNIB berbuah manis. Ketatnya proses seleksi tidak membuatnya lemah atau menyerah meski cukup aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan Generasi Baru Indonesia: Komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia (GENBI).

Wanita yang biasa disapa Vellia ini berhasil lolos disalah satu program Community Services dan mewakili Universitas Bengkulu khususnya dari Fakultas FISIP ke Universiti Malaysia Kelantan (UMK). Motivasinya yang Go Global, membuat dara asal Bengkulu asli ini tak patah arang saat mengikuti proses seleksi dari awalnya “Motivasi awal saya adalah Go Global, selaras dengan visi Universitas menjadi World Class University 2025. Meski memang sih, tantangan terberat nya adalah membuat motivation letter yang benar-benar pas dan mudah dipahami dengan kegiatan yang dituju,” ujar Vellia saat diwawancarai via Whatsapp.

Peserta yang mengikuti program ini memang tidak dibatasi dari jurusan atau fakultas manapun selagi masih dalam lingkungan Universitas Bengkulu. Untuk informasi terupdate sendiri bisa di cek pada Website ksli.unib.ac.id atau Facebook Page: Office of Partnership and Internasional Affairs, University of Bengkulu. Adapun fasilitas yang didapatkan dari program ini adalah Akomodasi, asuransi dan bantuan biaya hidup. Untuk periode 2019 sendiri keberangkatan dimulai dari tanggal 13 Juli 2019 dan program mulai dilaksanakan dari tanggal 15 Juli-09 Agustus 2019 “Semua jurusan boleh ikut. Dan di FISIP aku merasa banyak teman-teman yang belum tahu apalagi tertarik untuk coba ikut seleksinya. Sedangkan waktu itu yang ikut untuk tahap 1 (berkas/administrasi) aku lupa tepatnya. Mungkin 150-180an orang. Untuk wawancara 60 orang, diambil 30 orang. Untuk program KKN juga aku lupa berapa orang yang lolos, 8 orang kalo gak salah,” ujar mahasiswi yang hobi membaca novel dan masak ini.

Sosialisasi tentang Business Plan: Sekolah Kebangsaan Padang Mokan, Kelantan

Untuk program tersendiri, Vellia mengajar bahasa Indonesia dan bahasa Bengkulu melalui Media Pocketbook yang dibuatnya sendiri “Pocketbook nya itu seperti buku besar atau buku panduan berbahasa Bengkulu. Jadi didalam bukunya itu ada Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa Bengkulu. Ada beberapa konten seperti Common Conversation, percakapan umum menggunakan bahasa Bengkulu. Pocketbook itu gunanya untuk travelling gitu. Juga ada Ask For Direction, terus ketika shopping, jadi kalau mau shopping di Bengkulu harus make bahasa Bengkulu yang gimana gitu,”ujar Vellia yang menyukai matakuliah Branding dijurusannya ini.

Saat awal seleksi mengikuti program ini, Vellia mengaku tidak menceritakan usahanya tersebut kepada kedua orangtua dan baru menceritakannya setelah lolos babak akhir “Aku nggak ceritain kalo aku ikut seleksi program ini. Setelah lolos baru aku kasih tahu. Mereka mungkin bangga sih setelah di kasih tahu. Cuma ya b (biasa_Red) aja hehe. Kami bukan keluarga yang ekspresif. Tapi orang tua ku sangat mendukung pendidikan kok. Selain dari suport yang diberikan kakak perempuan k, teman-teman dekat serta orang,”kata Vellia.

Diakhir wawancara dara yang mengidolakan Oki Setiana Dewi ini juga memberikan saran untuk calon pengikut program ditahun selanjutnya “Asah kemampuan berbahasa Inggris, kenali negara/kampus tujuan supaya bisa lebih leluasa untuk melakukan banyak, dan nabung dari jauh-jauh hari biar gak mesti bawa mie instan dan gak perlu minta sama orang tua haha. Selain itu juga ingat dengan kutipan favoritku ini A dream is just a dream, a goal is a dream with a plan and deadline” ujarnya mengakhiri wawancara. (NL)

 

Partisipasi dalam kegiatan Internasional Student’s Summer School 2019 UMK (Belajar membatik)

 

author