Mahasiswa FISIP Terpilih Student Exchange di Kamboja

Julianto Manurung (22),  Mahasiswa S1 Jurusan Administrasi Publik FISIP UNIB

 

FISIP PAPER – Universitas Bengkulu mengadakan Student Mobility Program Awardee 2019 yang dilaksanakan oleh Office of Partnership and International Affairs of University of Bengkulu.  Salah satunya adalah program International Community Service atau KKN Internasional di University of Battambang, Kamboja. Mahasiswa FISIP yang berhasil lolos untuk mengikuti program KKN Internasional tersebut adalah Julianto Manurung (22) yang berasal dari Jurusan Administrasi Publik jenjang S1.

Banyak sekali mahasiswa yang berasal dari jurusan lain tertarik untuk mengikuti program ini tetapi hanya beberapa yang sukses dalam melewati tahap seleksi, berbagai persiapan banyak dilakukan oleh Julianto sebelum mengikuti program pertukaran pelajar ke Kamboja

“Saya mengikuti kursus bahasa Inggris melalui media instagram dan youtube sebelum mengikuti tes toefl, setelah itu menjalani tahapan wawancara mengenai prestasi, organisasi dan pengalaman pengabdian bagi masyarakat, IPK dan lainnya juga harus dipersiapkan sebelum dinyatakan lolos student exchange,”ujar Julianto.

Di Kamboja, dirinya menetap disalah satu tempat yang ada di Universitas Battambang, selama di Kamboja pula banyak sekali pengalaman baru bagi Julianto, salahnya masyarakat Kamboja tidak menggunakan bahasa Inggris melainkan menggunakan bahasa khmer ( dbaca : kmei, red. Kegiatan KKN Internasional ini dilaksanakan selama 30 hari, selama disana tentunya banyak sekali kegiatan yang dilakukan dan salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan ialah program Indonesian Culture Exhibition atau pengenalan budaya Indonesia.

“Selama di Kamboja kami sudah mengenalkan tarian, lagu dan makanan tradisional Indonesia yaitu kami mengangkat tari Persembahan Bengkulu dan makanan tradisional seperti lempuk, kalamansi, perut punai dan pempek serta kopi 1001 yang membuat masyarakat Universitas Battambang Kamboja sangat antusisas mengikuti kegiatan yang kami lakukan disana,”ujar Julianto

Tidak hanya pengenalan budaya saja tetapi mereka juga sudah melakukan program mengajar Bahasa Indonesia di Dom Spey Elementary School, belajar matematika dengan permainan tradisonal, Archive Management, pengecekan kesehatan, sosialisasi mengenai bahaya mengkonsumsi alcohol, membuat kompos dan workshop video. Tentunya hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan karena selain membawa kebudayaan dan nama Indonesia serta Universitas Bengkulu ke negara lain, Julianto juga berkesempatan berbagi ilmu dengan mahasiswa lainnya di Universitas Battambang Kamboja.

Sebelum menutup sesi wawancara, Julianto juga menyampaikan pesan kepada adik-adik mahasiswa khususnya yang berasal dari FISIP UNIB untuk mengejar mimpi mereka jika ingin mengikuti program pertukaran pelajar yang dilakukan olehnya saat ini.

“Untuk teman-teman yang mempunyai mimpi memiliki pengalaman keluar negeri maka kalian cukup lakukan apa yang kalian ingin lakukan ,tak perlu banyak bermimpi dan berharap karena itu akan menyakitkan maka mulailah untuk bergerak mewujudkan mimpi mu hingga itu terwujud “Just Do It Untill It Happens,”katanya penuh semangat. (FP)

 

 

author