Merasa Tampil Tomboy, Tiara Tak Menyangka Raih Putri Kampus Tingkat Provinsi

FISIP UNIB – Menjadi pemenang di sebuah ajang kompetisi bergengsi adalah hal yang paling mengejutkan sekaligus sangat spesialbagi seorang Tiara Rahmadani Putri mahasiswi semester 4 jurusan Ilmu komunikasi FISIP Unib. Keterkejutannya bukan tanpa alasan, wanita yang disapa Tiara ini berhasil memenangkan juara 1 untuk pemilihan Putra-Putri kampus tingkat Provinsi Bengkulu. “Speechless lah pokoknya, karena ini ajang pertama yang dikutinya. Apa lagi pada dasarnya aku itu orangnya kaku dan nggak banget lah. Karena biasanya aku juga orangnya tomboy,ungkapnya saat diwawancarai. Dalam kompetisi tersebut, Tiara mengaku awalnya sangat tidak mempercayai kemenangannya karena persaingan yang memang cukup berat. Bahkan dia merasa ada yang lebih hebat dan keren darinya,  “Saingan terberat saat mengikuti kompetisi ini itu mbak Oriza karena dia itu orangnya supel, pintar, public speaking nya bagus terus juga pinter tari,jelasnya.

Ajang ini dimulai sejak bulan Februari 2019 dan dilanjutkan pada bulan Maret untuk seleksi dan karantina selama 2-3 minggu. Selama karantina, mereka diberikan materi maupun pelatihan terkait etika, beauty class dan table manner serta beberapa materi menarik lainnya. Selain itu, Tiara juga menyebutkan bahwa ada juga latihan koreografi sambil menggunakan heals yang menurutnya sangat menarik. Adapun finalis terdiri dari 15 pasangan pria dan wanita. Saatdisinggung soal persiapan, Tiara menjawab, “Hal pertama yang saya persiapkan itu pasti mental dan niat, termasuk juga segala macam materi untuk seleksi yang ada empat yaitu tes tertulis, wawancara, bakat dan public speaking” ungkapnya.

Adapun untuk informasi secara rinci apa saja penilaian saat mengikuti ajang Pemilihan Putra/Putri Kampus (PPK) Tiara mengaku tidak tahu karena itu menjadi rahasia dari pihak juri dan panitia yang dinilai selama karantina “Rincinya saya kurang tahu tentang aspek penilaian. Tetapi, segala aspek itu dinilai mulai dari sopan santun, etika, kecerdasan, public speaking dan lain sebagainya dirangkum menjadi satu komponen penilaian.” Kata Tiara. Selain itu, saat disinggung mengenai program lanjutan dari kompetisi ini, Tiara mengaku bahwa program lebih berfokus ke pendidikan dan dikerjakan secara bersama dengan 15 finalis lainnya “Jadi setelah audisi PPK, baik menang maupun tidak, karena sejatinya 15 pasang itu sama-sama sudah menang. Kami nanti akan merundingkan kembali dengan ikatan program kerja awal yang akan kita lakukan. Nah, program kerjanya itu gak jauh-jauh dari pendidikan. Mungkin aja kita nanti bakal lakukan pengajaran atau mungkin sosialisasi tentang pendidikan atau mungkin membuat istana baca dan banyak hal lainnya semacam itu”tutur Tiara. Sedangkan untuk rencana kedepan secara pribadi Tiara menyebutkan sama seperti finalis lainnya ingin berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia terkhusus provinsi Bengkulu dengan harapan bisa menjangkau atau memberikan bantuan kepada teman-teman untuk mendapatkan pendidikan yang lebih semangat lagi dan bisa juga bekerja sama dengan pemerintah untuk mengadvokasi agar lebih memperhatikan pendidikan-pendidikan anak dan juga masyarakat yang ada di Bengkulu.

Saat disinggung terkait dukungan secara pribadi, Tiara mengaku mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak “Dukungan pasti dari keluarga, temen-temen dan juga dari dosen itu banyak sekali dukungan secara langsung maupun tidak langsung.” Namun, ada hal yang cukup menarik. Awalnya Tiara tidak menceritakan kepada orang tuanya tentang keikut sertaannya dalam kompetisi. Hal ini baru dia ceritakan saat sudah memasuki tahap seleksi “Jujur saat pertama ikut ini awalnya aku gak cerita ke orang tua. Tapi pas udah masuk seleksi baru deh aku cerita dan mama tu yang kayak nanyain keseriusan aku. Tapi mama tetep dukung dalam batas wajar dan ketika aku menang dipencapaian tertinggi, mama tu kayak banggalah akhirnya anaknya bisa berprestasi gitu,” ungkap Tiara.

Untuk apresiasi sendiri, Tiara mengaku bahwa orang disekitarnya sangat mengapresiasi prestasi kemenangannya “Untuk jurusan Komunikasi sendiri, itu apresiasi nya tinggi. Mulai dari HIMA yang mengapload foto aku bersama teman berprestasi lainnya di akun Instagram resmi. Terus juga dosen, mereka memberi ucapan selamat baik secara pribadi maupun disebar luaskan di lingkungan dosen khususnya komunikasi lainnya,ujarnya Tiara.

Wanita yang mengidolakan Hivi dan juga memiliki hobySketching serta aktif diorganisasi kampus dan penyiar radio jurusan ini juga mengaku sangat terinspirasi dari anak muda yang berprestasi lainnya “Kadang suka salut sama anak muda Bengkulu yang udah kemana-mana dibayarin pemerintah. Maksudnya, berprestasi gitu. Jadi kepikiran kok mereka bisa aku nggak,” kata Tiara.

Diakhir pembicaraan, Tiara juga berpesan untuk anak muda Bengkulu agar jangan takut mencoba dan berdedikasi untuk kemajuan daerah “ Untuk pemuda Bengkulu, jangan takut untuk mencoba. Lakukan yang terbaik dengan hati yang tulus, lalu luruskan niat, itu udah jadi bentuk prestasi tersendiri. Buat calon PPK tahun depan mungkin, tetap dedikasikan diri untuk lingkungan sekitar, terlebih dibidang pendidikan,tuturnya. Novita Listriani

author