Dihadiri Mendes PDTT, BPD Bengkulu Dukung Terlaksananya Semnas Magister Komunikasi

FISIPPAPER- Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu turut mendukung terlaksananya seminar nasional yang bertema “Komunikasi Pembangunan untuk Pengembangan Potensi Daerah. Seminar Nasional yang diselenggarakan di Hotel Santika Selasa (30/10) menghadirkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo.

Sekretaris Program Magister Ilmu Komunikasi Rassiana Br. Saragih, M.Si mengatakan, bahwa dukungan BPD Bengkulu merupakan bentuk riil partisipasi dunia perbankan pada dunia akademis, dijelaskannya, keterlibatan dunia perbankan memang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan pendidikan di Bengkulu. Kita menyambut baik semua dukungan yang diberikan guna terlaksananya kegiatan seminar ini, terlebih lagi ada perhatian dari dunia perbankan yang dalam hal ini Bank Bengkulu,terangnya.

Sementara itu dalam pemaparannya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, program kementerian sebagai upaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat desa menuju kesejahteraan.”Adanya dana desa yang diberikan oleh pemerintah pusat diharapkan seluruh desa yang tersebar di seluruh Indonesia dapat berkembang, mandiri, dan sejahtera, ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Eko menyampaikan bahwa dana desa hingga saat ini telah mampu menunjukkan hasil terbaiknya dengan telah terbangunnya sarana dan prasarana penunjang aktivitas ekonomi masyarakat, seperti terbangunnya 1.028.225 meter jembatan, jalan desa 158.619 kilo meter, pasar desa  sebanyak 7.421 unit, kegiatan BUMDes sebanyak 35.145 unit, embung desa sebanyak 3.026 unit, sarana irigasi sebanyak 39.656 unit serta sarana-prasarana penunjang lainnya.

Di Bengkulu ini saya lihat daerahnya subur, penduduknya cukup banyak dan rajin. mungkin diperlukan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan komunikasi lebih intens dengan pemerintah pusat agar program-program dari pusat itu bisa lebih banyak diambil oleh Bengkulu. tidak diambil daerah-daerah lainnya yang lebih agresif,” katanya.red

author